Cover INTERMEDIATE SCREEN ACTING WORKSHOP: “30 Seconds to Act: Emotional Preparation for Film Actor”

INTERMEDIATE SCREEN ACTING WORKSHOP: “30 Seconds to Act: Emotional Preparation for Film Actor”

Apa yang akan kamu dapatkan?

1 Video   
16 Files   

Lihat Detail

Pemateri

Frans Nickolas

Frans Nickolas

Mentor Tamu

Frans Nickolas selain berprofesi sebagai aktor dan pembawa acara, juga aktif berbagi pengetahuan mengenai seni peran. Berpengalaman mengajar di SAE Indonesia, kini Frans fokus membesarkan sekolah aktingnya yaitu Activate Actor Studio yang dirintisnya di tahun 2025. Sebagai acting coach Frans tergabung di Mondiblanc Acting Lab dan terlibat dalam project-project seperti Dua Hati Biru, Main Api, Getih Ireng, dan masih banyak lagi.

Aditya Lakon

Aditya Lakon

Mentor Tamu

Aditya Lakon adalah aktor teater dan film yang menekuni dunia akting sejak 2006. Ia memulai perjalanannya bersama Teater Lakon saat menempuh studi di Bandung dan aktif mengikuti berbagai festival teater lokal maupun nasional. Setelah menyelesaikan kuliah, Aditia memperdalam disiplin akting dengan mempelajari Metode Suzuki di Suzuki Company of Toga, Jepang, pada periode 2016–2020. Saat ini, ia aktif bekerja sebagai aktor di panggung teater dan layar film, sekaligus berperan sebagai acting coach untuk berbagai produksi film dan serial.

Julfikar Maha Putra

Julfikar Maha Putra

Chief Mentor Acting Development 2026

Julfikar Maha Putra adalah seorang Aktor & Acting coach yang berasal dari Bogor, beberapa karyanya adalah Musikal petualangan sherina 2017,2018, 2022 & 2025 MV penyanyi idgitaf Berlagak bahagia 2021, Tim Acting Coach film Kuyang 2024, perjalan pembuktian cinta 2024 ,dua hati biru 2024 dan nominasi pemeran pendukung pria terbaik festival film lampung 2022 , serta saat ini aktif sebagai Asisten dosen di SAE indonesia

Deskripsi

Workshop ini dirancang untuk membantu aktor membangun sistem personal dalam emotional preparation dan kesadaran tubuh yang konsisten, etis, dan siap pakai di situasi produksi nyata.

Fokus utama workshop adalah:

  • Membangun Fondasi Tubuh: Mencapai neutral state (kondisi fisik dan mental netral) melalui latihan napas dan kesadaran tubuh (body scan).
  • Transisi Karakter (Moment Before): Menguasai teknik moment before untuk masuk ke adegan dengan keadaan batin yang sudah aktif dan terarah.
  • Mengakses Emosi yang Aman (Emotional Recall): Menemukan safe trigger (musik, gestur, sensasi tubuh) untuk mengakses emosi tanpa merusak batas diri pribadi.
  • Membentuk Fisikalitas Karakter (Physical Trigger): Menciptakan karakter melalui postur, ritme, dan energi tubuh spesifik yang mengubah cara berpikir karakter.
  • Etika dan Batas Diri (Boundaries & Rituals): Merancang ritual pribadi untuk masuk dan keluar peran (entering dan de-roling) dengan aman dan profesional.
  • Kerja Relasional: Melatih kemampuan mendengar dan bereaksi jujur terhadap lawan main (Listening & Reaction) menggunakan prinsip Meisner Technique, sebagai persiapan produksi.
  • Simulasi Produksi: Mengaplikasikan semua teknik dalam syuting intensif one-shot still di set nyata (Sesi 7).

Kelas ini cocok untuk

  • Aktor pemula yang ingin membangun fondasi teknis yang kuat.
  • Pekerja kreatif yang ingin merasakan dan memahami proses akting.
  • Sutradara yang ingin memahami kerja aktor dari perspektif aktor itu sendiri.
  • Siapa pun yang ingin melatih kehadiran dan kesadaran diri di depan kamera maupun di kehidupan sehari-hari.

Setelah menyelesaikan 8 pertemuan, peserta akan mampu:

  • Mengidentifikasi dan mengendalikan respons tubuh dan napas sebelum performa.
  • Merancang ritual pribadi untuk emotional preparation yang aman.
  • Menggunakan moment before untuk mengaktifkan kehadiran emosi di awal adegan.
  • Membangun relasi dan mendengarkan lawan main dengan spontan.
  • Menerapkan quick prep technique saat waktu persiapan terbatas di set.
  • Memainkan satu adegan dengan konsistensi emosional, subtext yang hidup, dan batas diri yang sehat. 

Sesi bootcamp

1

Sesi 1 – Grounding the Actor’s Body & Breath

Sesi pembuka ini berfokus pada tubuh dan napas sebagai fondasi utama performa aktor. Peserta akan belajar mencapai neutral state — kondisi fisik dan mental yang siap menerima impuls tanpa menghakimi atau berpura-pura. Melalui latihan pernapasan, kesadaran tubuh, dan observasi diri, aktor menemukan kembali koneksi antara emosi dan tubuhnya sendiri....

2

Sesi 2 – The Moment Before: Transisi Diri ke Karakter

Sesi ini mengajarkan konsep moment before — ruang emosional dan mental tepat sebelum aktor masuk ke adegan. Peserta akan belajar menata fokus, mempersiapkan energi, dan melakukan transisi dari “aku pribadi” ke “aku karakter” secara sadar....

3

Sesi 3 – Emotional Recall & Safe Triggering

Emosi bukan sesuatu yang diciptakan, tapi diakses. Dalam sesi ini peserta mempelajari teknik emotional recall dari Stanislavski, Lee Strasberg, hingga versi yang aman dan kontemporer. Fokusnya adalah menemukan pemicu emosi yang tidak merusak batas diri....

4

Sesi 4 – Physical Trigger & Character Energy

Tubuh adalah pintu masuk menuju karakter. Sesi ini membantu aktor menemukan bahasa fisik dan energi khas karakter melalui teknik Lecoq dan Michael Chekhov. Dari posture, gesture, hingga rhythm, peserta belajar bagaimana tubuh memengaruhi cara berpikir karakter....

5

Sesi 5 – Building Boundaries & Rituals

Sesi ini mengajak aktor memahami pentingnya batas antara diri pribadi dan karakter. Peserta akan membangun ritual personal untuk masuk dan keluar dari karakter dengan aman, serta mengembangkan sistem self-care di tengah proses kreatif yang intens....

6

Sesi 6 – Listening, Reaction & Presence + Meeting Director

Sesi ini menggeser fokus aktor dari “aku dan emosiku” ke relasi dengan lawan main. Melalui prinsip Meisner Technique, peserta melatih kemampuan mendengar dan bereaksi secara jujur. Pada paruh kedua sesi, peserta akan membaca dan membedah empat naskah pendek sebagai persiapan produksi. Peserta mulai memahami relasi, konflik, dan kemungkinan blocking dalam konteks kerja film. Di kelas ini kita juga akan memilih naskah untuk dipentaskan dan direkam menjadi film pendek di sesi ke 7 nanti. ...

7

Sesi 7 – One-Shot Film Production (Full Day Session)

Sesi ini merupakan sesi produksi intensif selama seharian penuh. Peserta akan melakukan syuting satu naskah terpilih dari empat naskah yang telah dipelajari, menggunakan pendekatan one-shot still dengan kamera statis. Aktor akan bergantian memainkan peran dalam set yang sama, sehingga fokus utama berada pada blocking, timing, kehadiran, dan relasi aktor, bukan pada editing atau teknis kamera. Proses produksi diatur menggunakan callsheet terpisah agar tiap tim dapat bekerja tanpa saling tumpang tindih....

8

Sesi 8 – Scene Work & Quick Preparation Simulation

Sesi penutup ini digunakan untuk menonton bersama film hasil produksi dan melakukan evaluasi performa aktor secara kritis dan reflektif. Peserta diajak membaca ulang performa mereka di layar, memahami kekuatan dan keterbatasan metode masing-masing, serta menarik pelajaran jangka panjang dari proses workshop....

Konten

Grounding the Actor’s Body & Breath

Grounding the Actor’s Body & Breath
“Persona” (1966) – Ingmar Bergman
Batas: Panduan Membuat dan Melebarkan Batasmu
Student Guide Acting Dev
Pengantar Teori Akting & Kesadaran Diri Aktor

The Moment Before: Transisi Diri ke Karakter

The Moment Before: Transisi Diri ke Karakter
Naskah Latihan #1 | Ibuku Ponzi
Naskah latihan #2 | Sedulur
Naskah Latihan #3 | Safe
Naskah latihan #4 | Sofa Pengantin

Emotional Recall & Safe Triggering

Emotional Recall & Safe Triggering
Sepatu Ade-002

Physical Trigger & Character Energy

Physical Trigger & Character Energy

Listening, Reaction, Presence & Rehearsal 2

Listening, Reaction, Presence & Rehearsal 2

Building Rituals (Pre-shoot)

Building Rituals (Pre-shoot)

One-Shot Film Production (Full Day Session)

One-Shot Film Production (Full Day Session)

Preview & Networking Session

Preview & Networking Session

Silabus

01

Sesi 1 dan 2

Sesi 1 — Membangun Pondasi Cerita: Menemukan Daya Dorong Eksistensial "Membangun Pondasi Cerita: Menemukan Daya Dorong Eksistensial," akan memperkenalkan peserta pada batasan film pendek sebagai "ledakan kecil," eksplorasi dashboard Mayar, studi kasus film "Buka Puasa" untuk memahami konflik moral, serta aturan main kolaboratif. Topik utama meliputi karakteristik cerita pendek 10 menit, logline, premis, daya dorong cerita, dan relevansi wacana dalam fiksi. Aktivitas akan mencakup diskusi ide awal, pemetaan isu, karakter, dan konflik, serta latihan menulis logline dan premis. Tugas H+3 akan meminta peserta membuat "keinginan," mengembangkan rencana rumit, menulis cerita singkat tentang tantangan dan hasilnya, serta merumuskan pelajaran moral dari pengalaman pribadi. Sebelumnya, silahkan mengisi sorting quiz sebelum atau setelah kelas. Sesi 2 — Merancang Karakter & Struktur Sesi 2, "Merancang Karakter & Struktur," akan mendalami pembangunan karakter dari dalam ke luar, fokus pada apa yang karakter inginkan, takutkan, dan sembunyikan. Berdasarkan pendekatan John Truby, sesi ini akan membahas elemen dasar karakter seperti weakness, need, desire, ghost/wound, dan moral flaw, serta bagaimana motivasi karakter mendorong alur cerita. Topik bahasan dari tugas meliputi motivasi, trauma, kebutuhan, hubungan karakter dan konflik, serta struktur cerita pendek. Aktivitas akan mencakup presentasi karakter, peer review, dan simulasi beat sheet. Tugas H+3 akan meminta peserta untuk mulai membuat beat sheet dan story treatment. ...


02

Sesi 3 dan 4

Sesi 3 - 7 Langkah Naratif Menurut John Truby Sesi 3, "7 Langkah Naratif Menurut John Truby," akan membahas kerangka dasar cerita yang dialami tokoh utama, mulai dari kelemahan dan kebutuhan hingga keseimbangan baru. Peserta akan memahami setiap langkah naratif—Weakness & Need, Desire, Opponent, Plan, Battle, Self-Revelation, dan New Equilibrium—melalui studi kasus naskah Jakarta Sunless karya Ismael Romadona. Fokus sesi ini adalah bagaimana fondasi cerita yang kokoh, bukan hanya plot, memastikan alur dan perkembangan karakter terasa utuh, serta bagaimana premis dan logline yang kuat menjadi kompas moral cerita. Tugas H+3 akan meminta peserta untuk menerapkan ketujuh langkah ini pada cerita mereka sendiri, mengidentifikasi setiap elemen dan mereview keterkaitannya secara logis. Sesi 4 — Bahasa Visual & Dialog Sesi 4, "Bahasa Visual & Dialog," akan membahas bagaimana cerita bergerak tanpa harus dijelaskan, dengan fokus pada tindakan sebagai bahasa utama film. Peserta akan memahami bahwa dialog adalah konflik, bukan informasi, dan visual memperlihatkan posisi moral. Setiap adegan dianggap sebagai keputusan, dan keheningan pun memiliki makna. Sesi ini akan membimbing peserta untuk menulis adegan yang mengungkap nilai, di mana setiap adegan harus berisi perubahan. Tugas H+3 akan meminta peserta untuk menulis satu adegan yang mengandung konflik (1-2 halaman), menyertakan deskripsi tempat, waktu, dan gestur penting, serta menambahkan catatan kecil tentang apa yang karakter sembunyikan, nilai yang sedang diuji, dan apa yang berubah di akhir adegan. ...


03

Sesi 5 dan 6

Sesi 5 — Pembacaan Scene 1 & Peta Pengembangan Cerita Sesi 5 akan menjadi sesi evaluasi bersama di mana peserta membaca scene 1 mereka untuk menyimak dinamika suara karakter, ritme adegan, dan kekuatan konflik. Sesi ini juga akan membahas point of no return/mid point secara general, yaitu ketika rencana sudah dijalankan dan reaksi lawan sedang ditunggu. Aktivitas meliputi pembacaan scene oleh peserta, sesi feedback terbuka dari mentor dan rekan-rekan, serta diskusi mengenai perkembangan ide, rasa percaya diri, dan kesiapan menulis skenario penuh, di mana mentor akan mengajukan treatment/sequence terbaik untuk pengembangan naskah. Sesi ini juga menjadi refleksi dan penutupan fase pertama penulisan awal. Sesi 6 — Struktur dan Midpoint Sesi 6 akan membahas struktur yang sudah dipiih dan fungsi midpoint sebagai "titik balik" emosi dan aksi, serta bagaimana ketegangan karakter antara kebutuhan dan ketakutan terdalam dapat diungkapkan. Sesi ini berfokus pada teknik menulis keputusan penting yang diambil karakter, bagaimana pilihan tersebut memengaruhi alur cerita, dan bagaimana konflik dapat diekskalasi untuk mencapai klimaks yang kuat. ...


04

Sesi 7 dan 8

Sesi 7 — Evaluasi Naskah Final Sesi 7 akan berfokus pada penyempurnaan naskah berdasarkan kesatuan ide, struktur, durasi, dan nilai. Topik yang dibahas meliputi teknik self-assessment dan pendampingan naskah sendiri, identifikasi bagian yang perlu disederhanakan atau diperkuat, serta menjadi penulis yang menyadari daripada hanya merasa. Aktivitas sesi ini mencakup one-on-one review atau small group feedback dengan format "Apa yang berubah di dalam cerita saya?". Tugas H+3 akan meminta peserta untuk mengirimkan versi revisi final naskah, menyertakan logline, premis, dan refleksi 150 kata tentang pelajaran yang didapat dari cerita mereka sendiri. Sesi 8 — Membaca Bersama Aktor: Interpretasi Naskah Sesi 8 akan membahas proses interpretasi naskah oleh aktor, menekankan mengapa interpretasi tidak pernah bebas dan terikat oleh bahasa, genre, serta konteks produksi, untuk menghindari risiko salah tafsir. Sesi ini akan menguraikan cara "mengunci" genre naskah melalui deskripsi setting, dialog, dan premis moral agar aktor dan sutradara memahami arah cerita dengan tepat. Aktivitas akan mencakup sesi reading naskah bersama aktor dan diskusi interpretasi yang dipandu mentor, dengan harapan peserta tidak hanya memiliki naskah, tetapi juga pemahaman bagaimana karya mereka akan hidup dalam tubuh aktor dan mata penonton, serta siap untuk tahap produksi/pengembangan berikutnya. ...

Frequently Asked Question

Apa tujuan utama dari workshop ini?

Workshop ini bertujuan untuk membimbing peserta yang sudah memiliki ide cerita agar dapat mengembangkannya menjadi naskah film pendek siap produksi berdurasi maksimal 20 menit, dengan fokus pada struktur cerita, pengembangan karakter, dan penulisan adegan yang efektif.

Berapa lama durasi workshop dan berapa sesi yang akan diikuti?

Workshop ini adalah kelas intensif berdurasi 8 minggu dengan 8 sesi online, masing-masing berdurasi 3 jam.

Apa saja hasil yang akan dicapai peserta di akhir program?

Di akhir program, peserta akan menyelesaikan: Logline dan premis, karakter utama dan konflik, story treatment, minimal satu adegan dialog atau draft pertama siap dilihat produser, dan peta pengembangan naskah atau IP.

Siapa saja yang cocok mengikuti kelas ini?

Kelas ini cocok untuk calon penulis, sutradara, atau siapa pun yang ingin membangun pondasi cerita film pendek yang kuat dan bermakna.

Apa saja persyaratan untuk menjadi peserta workshop?

Peserta harus berusia minimal 17 tahun, sudah memiliki satu ide cerita film pendek, berkomitmen mengikuti seluruh sesi, bersedia menerima dan memberi umpan balik, serta mengisi pre-assessment form.

Bagaimana cara mengakses materi dan jadwal kelas?

Setelah pembayaran, peserta akan menerima email dari Mayar.id untuk login ke dashboard pelanggan. Di dashboard, pilih menu "Produk Saya" atau "Kelas Saya" untuk mengakses tautan kelas online, Zoom, materi, dan formulir tugas.

Bagaimana sistem pengumpulan tugas di workshop ini?

Tugas akan tersedia di menu "Tugas" atau "Assignments" di dashboard Mayar. Peserta akan diminta untuk copy-paste tautan tugas (misalnya file Google Docs) ke formulir yang disediakan sebelum deadline.

Apakah ada grup komunikasi khusus untuk peserta?

Ya, grup WhatsApp khusus peserta akan dibuka untuk diskusi, follow-up, dan informasi lanjutan. Administrator akan menghubungi Anda sebelum kelas dimulai untuk memasukkan Anda ke grup.

Apakah materi kelas boleh disebarkan ke pihak lain?

Tidak, dilarang menyebarkan materi kelas ke pihak ketiga. Pelanggaran akan mengakibatkan diskualifikasi dari program.

Bagaimana jika saya memiliki kendala teknis terkait dashboard atau tautan kelas?

Jika ada kendala dashboard atau tautan, Anda dapat menghubungi support Mayar atau admin MondiBlanc di nomor +62 877-6118-3235.

Kelas Ini Cocok Untuk?

01

Aktor Pemula

Jika kamu sudah pernah akting di teater komunitas dan film pendek, kelas ini cocok untuk kamu mengembangkan diri.


02

Sutradara

Apa kamu merasa susah menyutradarai aktor? Belajar akting bisa membantu komunikasimu bukan hanya pada aktor tapi pada semua kru. Jelaskan konsep dan rasa dengan lebih baik....


03

Pekerja Kreatif

Kamu konten kreator atau penulis atau pekerja kreatif lain yang pernah akting di sekolah atau di komunitasmu. Kelas ini akan sangat berguna untuk kamu belajar lebih jauh soal impact dari kontenmu. ...


04

Siapapun yang mencintai keaktoran

Seandainya pun kamu belum jadi apa-apa, tapi sudah pernah mencoba akting, kami akan menghargai batasanmu dan akan membantu kamu mengembangkan diri. Tapi kamu memang sudah harus tahu dasarnya dulu, di luar kelas ini....

Manfaat yang didapat

Performativitas

Mengidentifikasi dan mengendalikan respons tubuh dan napas sebelum performa.


Ritual pribadi

Merancang ritual pribadi untuk emotional preparation yang aman.


Moment Before

Menggunakan moment before untuk mengaktifkan kehadiran emosi di awal adegan.


Relasi

Membangun relasi dan mendengarkan lawan main dengan spontan.

Lihat Detail

Pemateri

Frans Nickolas

Frans Nickolas

Mentor Tamu

Frans Nickolas selain berprofesi sebagai aktor dan pembawa acara, juga aktif berbagi pengetahuan mengenai seni peran. Berpengalaman mengajar di SAE Indonesia, kini Frans fokus membesarkan sekolah aktingnya yaitu Activate Actor Studio yang dirintisnya di tahun 2025. Sebagai acting coach Frans tergabung di Mondiblanc Acting Lab dan terlibat dalam project-project seperti Dua Hati Biru, Main Api, Getih Ireng, dan masih banyak lagi.

Aditya Lakon

Aditya Lakon

Mentor Tamu

Aditya Lakon adalah aktor teater dan film yang menekuni dunia akting sejak 2006. Ia memulai perjalanannya bersama Teater Lakon saat menempuh studi di Bandung dan aktif mengikuti berbagai festival teater lokal maupun nasional. Setelah menyelesaikan kuliah, Aditia memperdalam disiplin akting dengan mempelajari Metode Suzuki di Suzuki Company of Toga, Jepang, pada periode 2016–2020. Saat ini, ia aktif bekerja sebagai aktor di panggung teater dan layar film, sekaligus berperan sebagai acting coach untuk berbagai produksi film dan serial.

Julfikar Maha Putra

Julfikar Maha Putra

Chief Mentor Acting Development 2026

Julfikar Maha Putra adalah seorang Aktor & Acting coach yang berasal dari Bogor, beberapa karyanya adalah Musikal petualangan sherina 2017,2018, 2022 & 2025 MV penyanyi idgitaf Berlagak bahagia 2021, Tim Acting Coach film Kuyang 2024, perjalan pembuktian cinta 2024 ,dua hati biru 2024 dan nominasi pemeran pendukung pria terbaik festival film lampung 2022 , serta saat ini aktif sebagai Asisten dosen di SAE indonesia

Loading...